MPKD Kus p

Partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program Pengembangan Kecamatan :: di Kecamatan Talang kelapa Kabupaten Musi Banyuasin

Penulis

Kusuma, Andi

Pembimbing: Prof.Dr. Yeremias T. Keban, SU.,MURP


ABSTRACT : Community-participatory-based development has been inherent in the life of Indonesian people. Various types of community participation in the form of mutual cooperation such as gotong-royong in Java, subak in Bali, and mapalus and makombong in Celebes have long been the custom of the local people. Based on such customs, the government extends a community-participatory-based development program, one of which is Sub-District Development Program (Program Pengembangan Kecamatan or PPK). However, the implementation of the program involving community in the planning, executing, and evaluating process is not yet effective to lower poverty rate. The research, therefore, aims to provide the description of community participation in sub-district development program planning process. The research employs descriptive qualitative method applying deductif qualitative technique to analyze several indicators. The location for research is Talang Kelapa Sub-District of Musi Banyuasin District. The research obtains data form in-depth interview whit resource persons and from investigation on related documents and regulations. The research concludes several important findings. Firtsly, people were taking part in the process planning because they found the program was beneficial. Secondly, in the verification final meeting, the action plan proposed by community was revised before it was brought up to the UDKP II forum. Thirdly, PPK executing personnel carried out the revision which accommodated infrastructure (facility) development and left out productive economic activity. The reasons behind all this are: (1) patron and client culture; (2) perception and attitude towards the productive economic activity failure; (3) characteristic of the program administration; (4) incapability of the executing personnel. In order to get the optimum result of the poverty relieve program, revision on program guidelines and reduction of government officials’ participation as PPK personnel are necessary.

INTISARI : Pembangunan yang berbasis pada partisipasi masyarakat sudah menjadi bagian yang integral dari kehidupan Bangsa Indonesia. Berbagai ragam partisipasi masyarakat dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan seperti; gotongroyong di Jawa, subak di Bali, mapalus dan makombong di Sulawesi merupakan bentuk partisipasi yang sudah mentradisi. Berangkat dari nilai-nilai tersebut pemerintah mengembangkan program pembangunan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Salah satu program pembangunan yang berbasis pada partisipasi masyarakat adalah Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Namun pelaksanaan program pengembangan kecamatan yang melibatkan masyarakat mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi belum mencapai hasil yang optimal menurunkan angka kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendepskripsikan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, dan untuk mengetahui hambatan yang ada dalam proses perencanaan program pengembangan kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif yang dilakukan terhadap beberapa indikator dengan teknik analisa data secara deduktif kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Musi Banyuasin. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam terhadap informan, serta penelaahan dokomen dan peraturan yang terkait. Penelitian ini menemukan beberapa hal penting. Pertama, latar belakang masyarakat berpartisipasi dalam proses perencanaan karena adanya manfaat dari program. Kedua, rencana kegiatan yang diusulkan masyarakat sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan mengalami pemangkasan pada rapat akhir verifikasi sebelum dibawa ke forum UDKP II. Ketiga, pemangkasan dan pemilihan usulan rencana kegiatan PPK kepada kegiatan pembangunan sarana prasarana daripada kegiatan usaha ekonomi produktif dilakukan oleh pelaksana PPK. Hal ini dikarenakan; (1) budaya Bapakisme (patron and klien), (2) karena persepsi dan prilaku terhadap kegagalan program pada kegiatan usaha ekonomi produktif; (3) karena karakteristik administrasi program; dan (4) masing-masing aktor pelaksana program tidak menjalankan perannya secara proporsional. Agar tujuan program dalam mengentaskan kemiskinan dicapai secara optimal perlu diadakan penyempurnaan petunjuk dan pelaksanaan program dan mengurangi keterlibatan aparat pemerintah sebagai pelaksana PPK.

Kata kunci Program Pengembangan Kecamatan,Partisipasi Masyarakat
Program Studi Magister Perencanaan Kota dan Daerah UGM
No Inventaris c.1 (2484-H-2007)
Deskripsi xiii, 151 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2007
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali