SP And h

Hubungan kepatuhan pengobatan dengan remisi epilepsi pada anak

Penulis

Andarini, Ismiranti

Pembimbing: dr. Sunartini Hapsara, Ph.D.Sp.A(K)


ABSTRACT : Backgroud: The management of epileptic children require special approach due to the long term treatment. In order to achieve remission, it is compulsory to know the important factors which is influence the treatment. The compliance is the most important factor in achieving remission. The characteristic of early seizure (frequency of attack), age at onset, type and etiology of epileptic seizure, EEG pattern, antiepileptic drugs, and compliance are indicated as risk factors. The previous studies show that the role of risk factors are still controversial and inconclusive. Objective: to evaluate how magnitude the compliance as risk factors. Method: The case control study was conducted in Neurology sub-division Pediatric Department Dr. Sardjito hospital Jogjakarta.Based on medical record the subject will be devided to good remission group (free of seizure at least 6 months) and poor remission group (free of seizure less than 6 months). The odds ratio analysis is used to know the relation between compliance and remission. To evaluate others potential factors the chi-square and logistic regression analysis are performed. Sample size for each group are 69. Result: The compliance is a magnitude factor related to good remission with odds ratio 3.3(confidence interval 1.2 to 8.9). Conclusion: Epileptic children with good compliance have more likely risk (3.3 times) for good remission comparing with the poor compliance group. Key words: epilepsy, compliance, remission.

INTISARI : Latar belakang: Epilepsi memerlukan pendekatan khusus mengingat epilepsi ini memerlukan pengobatan jangka panjang. Untuk mencapai remisi dalam terapi perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kepatuhan merupakan salah satu faktor yang berperan untuk terjadinya remisi. Remisi epilepsi ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor karakteristik awal bangkitan (frekuensi serangan), usia awitan, tipe dan etiologi bangkitan epilepsi, gambaran EEG, pemilihan terapi, dan kepatuhan penderita terhadap regimen terapi. Kajian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa peran berbagai faktor risiko terjadinya remisi epilepsi masih kontroversial dan tidak konklusif. Tujuan: untuk mengetahui seberapa besar kepatuhan mempengaruhi remisi. Metoda: Penelitian ini dilakukan di sub bagian Neurologi, SMF Ilmu Kesehatan Anak, RS Dr. Sardjito Yogyakarta, dengan desain penelitian kasus kontrol. Berdasarkan data dari rekam medis akan diketahui subyek yang mengalami remisi baik (bebas bangkitan epilepsi minimal 6 bulan berturut-turut dalam terapi obat anti epilepsi) dan yang remisi buruk (bebas bangkitan epilepsi kurang dari 6 bulan berturut-turut dalam terapi obat anti epilepsi), kemudian ditelusur dengan rekam medis dan kuesioner, apakah anak epilepsi tersebut patuh berobat atau tidak. Untuk mengetahui hubungan kepatuhan dengan remisi digunakan analisis rasio odds dengan interval kepercayaan. Untuk menilai faktor lain yang potensial terhadap remisi digunakan uji kai-kuadrat dan analisis multivariat regresi logistik. Besar sampel masing-masing kelompok 69. Hasil: kepatuhan merupakan faktor yang bermakna untuk terjadinya remisi baik dengan rasio odds 3,3(95%IK 1,2-8,9). Simpulan: anak epilepsi yang patuh berobat memiliki kemungkinan lebih besar (3,3 kali) mengalami remisi baik dibanding anak epilepsi yang tidak patuh berobat. Kata kunci : epilepsi, kepatuhan, remisi

Kata kunci Epilepsi,Kepatuhan Pengobatan
Program Studi PPDS I Ilmu Kesehatan Anak UGM
No Inventaris c.1 (1775-H-2007)
Deskripsi xi, 53 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2007
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali